Bos Google: Smartphone itu Mengekang   

TEMPO.CO, California- Raksasa internet Google telah merambah dunia teknologi yang berpengaruh pada kehidupan banyak orang. Setelah merambah dan dominan dalam sistem operasi mobile, dengan Android OS, Google mulai merambah ke dalam sektor baru, wearble gadget alias perangkat yang bisa dipakai. Produknya adalah kaca mata Google Glass.



Dengan Google Glass, orang bisa bertelepon, sms, chat, browsing dan melakukan segala fungsi yang dimiliki smartphone. Dalam konferensi TED di California, Jumat kemarin, pendiri dan bos Google Sergey Brin mengenakan kacamata ini. Dengan kaca mata ini, menurut Brin smartphone itu mengekang aktivitas manusia.



"Ketika kami memulai Google 15 tahun lalu, kami membayangkan informasi yang datang pada kita saat dibutuhkan, tanpa perlu dicari," ujarnya. Namun dengan adanya smartphone, yang berbentuk kotak, membuat perhatian orang malah tersedot ke dalam smartphone. Membungkuk menatap smartohone "Ini mengekang kita. Ini bukanlah cara kita berinteraksi dengan orang lain dan tak membebaskan pandangan anda," ujarnya.



Tentu omongan Brin ini adalah trik jualan. Dia menyodorkan Google Glass. Menurutnya, gagdget ini tak mengekang dan membebaskan pandangannya walau tetap mengonsumsi informasi dari dunia maya. Gadget yang bisa dipakai ini di kepala ini bentuknya seperti kaca mata. Dalam dua tahun terakhir pengembangan, produk ini telah mengalamai banyak perkembangan. ?Saat pertama dibuat, bentuknya seperti ponsel dan kaca mata menyatu, dan menempel di kepala,? ujarya. Fungsinya laiknya ponsel, hanya bentuknya seperti kaca mata dan diperintah melalui suara.



Ini seperti bayangan Brin dan Larry Page, rekannya pendiri Google, 15 tahun lalu. Bahwa informasi datang saat dibutuhkan. Dengan teknologi Augmented Reality, maka segala informasi yang diperlukan bisa tampil dalam kaca mata. Google Glass juga bisa menelpon, bikin janji, menampilkan peta, memotret/merekam dan melakukan fungsi smartphone.



Perangkat ini masih terbatas jumlahnya. Harganya juga cukup mahal, US $ 1.500, atauu hampir Rp 15 juta. Simak berita teknologi lainnya di sini.



GUARDIAN | NUR ROCHMI



Baca juga:


Mahasiswa Unibraw Temukan Bakteri Anti-diabetes


Aneka Gadget Unik di Mobile World Congress


3 Spesies Baru Kecoa Raksasa Ditemukan


Meteorit Besar Ditemukan di Antartika




          ¿Cómo Google Maps sabe el tráfico?   
Desde 2005 se ha vuelto una de las eternas preguntas: ¿Cómo Google Maps sabe el tráfico? El gigante de Mountain View creado por Serguéi Brin y Larry Page se sirve de los datos que envían los smartphone que tienen instalada la app. Pero no es el único sistema que utiliza…
          Google Show Greed Trumps Values Every Day   
Google once promised that is mission was “to organize the world’s information”. Nominally that remains its mission today.

On the 10th anniversary of its IPO, in this morning's WSJ, Rolfe Winkler shows how that all changed:
Just before Google Inc. went public 10 years ago, co-founder Larry Page said he wanted to get the search engine's users "out of Google and to the right place as fast as possible."

Today, Mr. Page's Google often is doing the opposite: Providing as much information as possible to keep users in Google's virtual universe.
At first, leveraging its dominant share in search, Google was content to have people linger longer (ala Yahoo or later Facebook) to sell them to more advertisers. Now they want to monetize that customer hold directly by doing transactions and taking a piece of the action. The dead tree (and online edition) shows the before and after — Google the indexer of the Internet vs. Google the horizontally diversified Internet portal:

In other words, Google once created an ecosystem (including APIs and a two-sided advertising market) and wanted to make its ecosystem partners successful. Now, in its relentless pursuit of growth, it is crowding aside its onetime partners and trying to take more money from its customers.

This is exactly what DEC, Apple, Microsoft, Oracle and countless other tech companies have done over the decades. Joining an ecosystem is a viable startup business until the ecosystem sponsor wants to take that business away. The book Keystone Advantage refers to this as an ecosystem “dominator.” Among tech companies, only IBM seems to be a reliable partner for win-win alliances, in part because its integration services business model allows it to make money with almost any sort of component.

Of course, this was inevitable. Companies like Google want to grow, because it supports the stock price and puts more money into the hands of shareholders, employees and executives. Since Larry Page and Sergey Brin are now worth $32 billion apiece, I’m guessing it’s less about the money and more about the control, the ego, the success of making the world’s most dominant influential company of all time.

As we teach in strategy, there’s only two ways to grow: reach more customers or make more money out of your existing customers. If Google is serving almost everyone on the Internet, it either has to connect more people to the Internet (who will be less profitable than their existing customers) or sell more stuff to those already locked into Google. Obviously (with its $50 billion in cash horde and 60+% gross margins) it’s doing all of these things.

Unfortunately, a dominant vertically integrated (and horizontally diversified) monoculture is bad for the economy, bad for consumers and bad for society. It takes transactions that should be happening in the market and internalizes them into an internal hierarchy. Europe has been trying to nibble at the edges of Google’s efforts at Total World Domination for years, but had little impact. The U.S. seems disinterested, because the GOP believes in free markets and the Democrats receive millions in campaign donations from Google's wealth.

Normally we can count on the curse of success to eventually kick in: big companies either become complacent, bureaucratic or otherwise lose their way (cf. GM, Microsoft). The Google founders seem determined to make sure this doesn’t happen during their lifetime, which could be 30 years (with a normal retirement) or 50 (if they last like Warren Buffett). Since I’m older than both men, I may not live to see the end game — which is a depressing thought.
          Delapan Pemuda Luar Biasa yang Mengubah Dunia   
1. Mark Zuckerberg (kini 25 tahun/asal AS)
Ketika menciptakan situs jejaring sosial Facebook, Mark Zuckerberg baru berusia 19 tahun. Ia membuat Facebook untuk membantu membangun jaringan sosial bagi remaja di kampusnya saat itu, Universitas Harvard, Amerika Serikat.
mark zuckerberg
Kini, Facebook merupakan situs jejaring sosial terbesar kedua setelah MySpace. Di bawah pimpinan Sang Penemu, situs ini terus tumbuh hari demi hari. Jutaan pengguna baru terus mendaftar setiap bulan!

2. Steve Shih Chen (31 tahun/Taiwan-AS), Jawed Karim (30 tahun/Jerman-AS), Chad Hurley (32 tahun/AS)

Keduanya adalah pencipta dari situs "berbagi video online", YouTube. Mereka mendirikan YouTube pada 2005. Ketika itu, Chad berusia 28 tahun dan Steve 27 tahun.
Penemu YouTube
Pada Oktober 2006, YouTube diakuisisi (diambil alih kepemilikannya) oleh Google. Nilainya: 1,65 miliar dollar AS (Rp16,9 triliun).

3. Jerry Yang (40 Tahun/Taiwan-AS) dan David Filo (42 tahun/AS)
Pada tahun 1995, kedua orang ini menemukan Yahoo!, situs mesin pencari kedua terbesar setelah Google. Saat itu, Jerry berusia 26 tahun dan Filo 28 tahun.
Penemu Yahoo!
Tahun lalu, perusahaan raksasa Microsoft sempat ingin membeli Yahoo!. Nilai tawaran yang dibicarakan: 44,6 miliar dollar AS (Rp458,8 triliun). Rencana ini memang batal. Namun, Microsoft dan Yahoo! tidak menampik mengenai kemungkinan kerja sama di masa mendatang.

4. Matt Mullenweg (25 tahun/AS)
Matt Mullenweg adalah pencipta situs penyedia blog gratisan: WordPress. Ia mulai baru berusia 19 tahun ketika mulai menciptakan cikal bakalnya.
matt
WordPress menjadi tenar dalam waktu singkat. Alasannya, situs ini mudah dipakai dan selalu diperbarui. Hingga tahun 2008, tercatat ada 230 juta pengakses tetap dengan 6,5 miliar halaman WordPress yang bisa dilihat. Lalu, ada 35 juta posting baru dengan tambahan rata-rata empat juta posting setiap bulan.
Matt, yang pernah datang ke Jakarta pada Januari 2009 ini mengatakan, ia tidak akan menjual WordPress ke perusahaan besar dengan harga' selangit'. Ia juga bilang, tidak mencari keuntungan dari WordPress. Keuntungan sudah ia dapatkan dari beberapa perusahaan, yang dimilikinya.

5. Tom Anderson (38 tahun/Amerika Serikat)
Tom Anderson merilis MySpace pada bulan Agustus 2003. Ada kesimpang siuran data mengenai usianya saat itu, namun berbagai sumber menyebut Tom berusia kurang dari 30 tahun ketika menciptakan MySpace.

Tom Anderson

Saat ini, MySpace adalah salah satu situs jejaring sosial paling besar di dunia, yang bersaing ketat dengan Facebook. MySpace telah digunakan lebih dari 100 juta orang, dengan pengguna terbesar berasal dari kawasan Amerika Serikat.

Kelebihan MySpace terletak pada bidang musik. Ketika fasilitas musik terbaru (yaitu "audio streaming" gratis) diluncurkan pada 25 September 2008, hanya dalam beberapa hari saja, ada miliaran lagu yang didengarkan oleh para penggunanya. Kelebihan ini membuat banyak orang memperkirakan bahwa MySpace bisa mempengaruhi industri musik di internet.

6. Blake Aaron Ross (23 tahun/AS)
Blake Ross adalah pemuda jenius yang menciptakan Mozilla, fasilitas penjelajah internet. Mozilla diluncurkan untuk umum pada November 2004. Saat itu, usia Blake baru 19 tahun!

Blake Ross

Mozilla kemudian digabungkan dengan Firefox, program yang diciptakannya bersama Dave Hyatt. Maka, setelah itu, namanya menjadi Mozilla Firefox.

Dengan cepat, Mozilla Firefox diterima para pengguna internet di dunia. Ia, antara lain, dinilai lebih aman dan mudah dipakai (dibandingkan dengan para kompetitornya). Ia juga dinilai mampu merebut sebagian pasar fasilitas penjelajah internet, yang selama ini dikuasai oleh Microsoft Internet Explorer.

Banyak orang memuji kesuksesan Blake Ross. Direktur engineering Yayasan Mozilla, Chris Hoffman, mengatakan, "Dalam dunia ‘Open Source', posisi seseorang tergantung pada keahliannya. Dan Blake Ross memiliki semua keahlian yang dibutuhkan."

7. Pierre Omidyar (41 tahun/Perancis-AS)
Pierre Omidyar merilis eBay pada 4 September 1995. Saat itu, usianya 28 tahun.

Pierre

eBay adalah situs lelang online. Awalnya, Pierre membuat eBay untuk menolong seorang teman dekat yang ingin menjual sebuah produk. Namun, tak lama kemudian, eBay berkembang pesat menjadi lahan bisnis yang amat prospektif. Kini, eBay adalah situs lelang online terbesar di dunia.

Menurut Pierre, dalam sebuah wawancara, kesuksesan eBay tidak lepas dari dua hal. Pertama, kuatnya komunitas penjual dan pembeli, yang jumlahnya mencapai ratusan juta orang. Kedua, nilai-nilai baik yang dianutnya. Dalam bisnis, eBay percaya bahwa pada dasarnya setiap manusia itu baik dan setiap orang memiliki suatu keunggulan yang bisa diberikan kepada orang lain. Selain itu, eBay percaya bahwa kejujuran dan keterbukaan bisa membawa kebaikan pada diri manusia. Maka, aturan "emas" eBay adalah mengakui dan menghormati setiap orang sebagai individu yang unik. eBay pun berharap para anggotanya bisa mengikuti contoh yang diberikan.

8. Larry Page (36 tahun/AS) dan Sergey Brin (35 tahun/AS)
Keduanya merilis Google pada 4 September 1998. Saat itu, mereka baru berusia 25 tahun dan 24 tahun. "Kantor" pertama mereka adalah garasi.

Google, mesin pencari yang bisa menampilkan segala jenis informasi ini, disukai banyak orang - terutama para mahasiswa. Maka, hanya dalam tempo waktu beberapa tahun saja, Google bisa berkembang amat pesat dan meraup keuntungan miliaran dollar AS. Kini, Google bisa disebut sebagai mesin pencari nomor satu di dunia.

larry dan sergey

Kisah sukses Larry Page dan Sergey Brin dalam menciptakan dan mengembangkan Google telah menjadi inspirasi bagi banyak orang muda di dunia ini, khususnya para penggemar teknologi informasi. Mereka berharap bisa membuat program baru yang berguna bagi masyarakat dunia dan menguntungkan dari segi finansial.

"Thomas A.Edison pernah berkata : 'Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat. Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras. Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan '.Orang - orang muda diatas meraih kesuksesan bukan hanya karena mereka memiliki bakat saja tapi disertai juga dengan kerja keras.karena itu kita juga bisa menjadi sukses asal kita mau bekerja keras, karena Tuhan telah memberikan bakat yang luar biasa juga pada setiap kita."

Jadi orang-orang yang akan mengubahkan dunia...Good Luck
Sumber : andriewongso.com


          Linkpost | 4.18.2012   
Updated 2 p.m. • Larry Page: Android isn’t critical, it’s a delivery vehicle for Google services – Larry Page seems to de-emphasize Android on the witness stand in Google’s trial with Oracle. • Google’s Sergey Brin says coverage of his views on Internet freedom was “distorted”  – Brin says secondary coverage of Guardian article he
          google   
Larry Page adalah salah seorang pendiri Google dan saat ini Presiden Produk-produk Google Inc. Lawrence E. Page lahir tahun 1973 di Lansing, Michigan dari orangtua Carl Vincent Page, adalah seorang profesor ilmu komputer di Universitas Michigan dan Gloria Page, yang merupakan guru pemrograman komputer di Universitas Michigan. Setelah lulus dari East Lansing High School ia belajar dan mendapatkan gelar Bachelor of Science di bidang rekayasa komputer dari University of Michigan dan melanjutkan studi program Master di Universitas Stanford.


Sementara belajar di Universitas Stanford, Page diperkenalkan kepada Sergey Brin. Kedua tidak memulai sebagai teman, sepertinya tidak setuju pada kebanyakan topik pembicaraan, tetapi akhirnya menemukan sebuah subjek yang telah menjadi sangat menarik bagi mereka berdua. Topik yang Mengambil informasi dari kumpulan data besar. Pasangan ini kemudian menulis apa yang secara luas dianggap sebagai kontribusi mereka, kertas kerja yang disebut "The Anatomy of a Large-Scale Hypertextual Web Search Engine". sejak itu menjadimakalah mereka menjadi satu dari sepuluh makalah ilmiah paling banyak diakses di Stanford University.

setelah mereka mulai bekerja pada sebuah proyek yang kemudian menjadi mesin pencari Google. Setelah mencoba menjual gagasan namun gagal, mereka menulis rencana bisnis dan membawa total investasi awal hampir $ 1 juta untuk memulai perusahaan mereka sendiri. September 1998 Google Inc dibuka di Menlo Park, California. Perusahaan tumbuh begitu cepat dan mendapatkan begitu banyak karyawan beberapa kantor di Relokasi karena kurangnya ruang, akhirnya Google Inc menetap di tempat yang sekarang di sebut Mountain View, California. Selama beberapa tahun berikutnya google yang dipimpin oleh Larry dan Sergey Google membuat banyak inovasi dan ditambahkan ke daftar produk dan karyawan (hampir 5.000 tahun 2006). Oktober 2004 Google mengumumkan hasil kuartal pertama mereka sebagai sebuah perusahaan yang ditawarkan publik, dengan mencatat penerimaan sebesar $ 805.9 juta. Pada tahun 2005 Page telah diperkirakan memiliki kekayaan senilai US $ 12 miliar dan menjadi orang urutan ke enambelas dalam daftar majalah Forbes dan membuatnyamenjadi orang ke-27 orang terkaya di dunia.

Pada tahun 2002, Larry bernama Forum Ekonomi Dunia Global Leader for Tomorrow. Ia adalah anggota National Advisory Committee (NAC) untuk Universitas Michigan College of Engineering, dan bersama-sama dengan Co-Founder Sergey Brin, Larry mendapat penghargaan Marconi Prize pada tahun 2004. Dia adalah wali direksi dari X PRIZE, dan terpilih menjadi anggota National Academy of Engineering pada tahun 2004.
          J. GREENBLATT, Richard COHEN, Mark POTOK & Jared COHEN Want to Take Away Your Right to Free Speech   
Google and Jigsaw Get Serious About “Extremist” Content

“We are working with government, law enforcement and civil society groups to tackle the problem of violent extremism online. There should be no place for terrorist content on our services,” writes Kent Walker, general counsel for Google.

Walker says Google has “developed partnerships with expert groups, counter-extremism agencies, and the other technology companies to help inform and strengthen our efforts.”

Who are these expert groups and counter-extremism agencies? The Pew Research Center, the Anti Defamation League, and the Southern Poverty Law Center. In March, Google said they are “reputable sources that can be used for reputation research.”

The CEO of the ADL--Another Damn Lie--is Jonathan Greenblatt. He served as a “special assistant” to President Obama. The president of the Southern Poverty Law Center (SPLC) is Richard Cohen. Jigsaw's president Jared Cohen is a CFR senior fellow who served as a State Dept “advisor” to Hillary Clinton.

Mark Potok is part of the SPLC mob. You've probably seen his smiling face, usually snapping and snarling at us GOYIM who get uppity and dare to think for ourselves.

"Are we any better off than we were 50 years ago? Absolutely . . . White dominance is on the decline as the demographic white majority heads for oblivion over the course of the next 30 years."
  Mark Potok in an August 2013 column for the white-hating SPLC.

But life is good, very GOOD for Markie Mark and the SPLC money-machine! Especially if you demonize Christians.

Google is owned by two Jews, Sergey Brin and Larry Page. What makes this worse is that Google is part of the NSA's sinister "PRISM" massive electronic surveillance program.

When Google isn't playing 'Peeping Tom' on you and your family, they push their White Genocide agenda.

This is why the 'Tribe' wants to shut down Free Speech, it's because it's interfering with Israel's Oded Yinon plan to have their western GOY lackeys bust up the ME for the glory of Apartheid Israel and turn Europe into a 3rd world ghetto. And to keep those Holocau$t™ shekels flowing like wine to the Chosen!

Google, which owns Youtube, has no problem with kiddie porn videos, but if someone dare ask a question about what happened on 9/11 and who was behind that attack, you’ll get bumped offline.

For instance, saying this: 9/11 was an Israeli masterminded False Flag with help from traitors in the WH, the Pentagon, CIA, FBA and NSA. With generous help from the Lying MSM.

You’ll be deemed a Jew-hating anti-Semite and will get banned and maybe even a visit from the DHS to adjust your attitude!
          Don’t Be Evil   
Google, Alphabet, and Machiavelli. Yesterday, Google submitted an SEC filing announcing a major restructure. Larry Page, the cofounder and CEO of Google Inc, will become the CEO of a new corporation called Alphabet Inc; his fellow cofounder Sergey Brin will become Alphabet’s President. As an Alphabet subsidiary, Google will be responsible for around ninety percent […]
          Commentaires sur La croissance des femmes dans la Tech par La croissance des femmes dans la Tech | Shaker ...   
[…] La croissance des femmes dans la Tech Industry : Larry Page ou Mark Zuckerberg sont les icônes de la Tech Industry. Mais qu’en est-il des femmes  […]
          Reto 38. Conseguir entrar en el Googleplex de Google en Mountain View (California)   
RETO CONSEGUIDO

Movidos por una frikez extrema nunca vista hasta el momento, Mr. Munios y Mr. Borx se plantaron en Silicon Valley con el ánimo de catar las excelencias del Googleplex, fortaleza central de Google en California.



La sede central de Google se encuentra en el desangelado pueblo de Mountain View, que desprende un exquisito olor a dólar fresco que echa para atrás; en este lugar dejado de la mano de Dios se concentran gran parte de las más potentes empresas de informática del mundo. Ciertamente paradójico, pues la alarmante falta de dólares de Mr.Borx y Mr.Munios ya era latente a esas alturas del viaje. Rico contraste el de dos auténticos méndigos en la zona más rica de Estados Unidos.
Salvando el embarazoso asunto monetario, y tras un par de pérdidas de papeles importante por Mountain View, Mr.Borx y Mr.Munios consiguieron encontrar el Googleplex y aparcar en unos de los múltiples parkings de empleados que Google tiene desperdigados por todo el complejo.




Por muy sorprendente que pudiese parecer, las instalaciones de Google estaban desérticas. Resulta que el primer lunes de septiembre es el día del trabajador en Estados Unidos y la mayor parte de los empleados googlers estaban de parranda en sus respectivos apartamentos de San Francisco. De esta manera tan suertuda la entrada en el Googleplex fue relativamente fácil. Sin comerlo ni beberlo nos hallábamos en el núcleo freaker del Planeta Tierra y ahí estaba Mr.Borx para celebrarlo a lo gilipollas con un desafío clásico a las leyes de la gravedad estilo rabbit.




Todos los mitos y leyendas que todos conocemos sobre el Googleplex parecían ciertos: pistas de volley en mitad de los jardines, jardines idílicos con lagos interiores, gimnasios, terrazas de luxe...







La frikez de lo que se veía en ese paraje estaba llegando a cotas inauditas. Los muy google-baturros habían plantado el esqueleto de un Tyranosaurs Rex en mitad del césped, y más allá, mirando a través de los cristales de uno de los edificios principales se veía una nave espacial colgando del techo. WTF?! ¡Ni los Monthy Python oiga!





En lo que parecía una especie de recepción y tras unos cristales, se podía apreciar una pantalla donde iban apareciendo frenéticamente los términos de búsqueda que teóricamente se estaban haciendo en ese momento en Google. Contemplad cuan bizarro es lo que la gente puede llegar a buscar en su tiempo libre:



El improvisado tour del Googleplex tuvo que ser interrumpido bruscamente ante la presencia de las fuerzas de seguridad googlers. A bordo de una motoreta un tanto ridícula, un guardia de origen filipino detuvo a Borx y Munios para preguntarles si tenían cita previa o conocían a alguien dentro de Google. Por lo visto, ese es el único modo de entrar en las propiedades de Mr.Larry Page y el soviet Mr.Sergey Brin sin ser sodomizados o sufrir alguna atrocidad similar en los calabozos googlers.




Obviamente, aquel nimio problema no iba a ser un impedimento para continuar con el brutal tour por el Googleplex.

El primer paso fue abordar en el parking de empleados a la primera persona con aspecto de ingeniero del Google Earth para solicitarle muy gentilmente un mini-tour por las instalaciones de Google.
Mr. Munios fue el encargado de tal desagradable tarea y los resultados no pudieron ser más desastrosos. La desafortunada víctima del asalto Muniosil era un empleado de origen asiático, que se acojonó vivo al ver como era brutalmente abordado por detrás en el momento preciso de entrar en su flamante Toyota. Evidentemente, el asiatic guy se negó educadamente a todas las descabelladas peticiones del romano Munios.

Y fue precisamente en ese momento, gracias a los intrusivos métodos tárracos de nuestro héroe, cuando la estancia de Borx y Munios en Google terminó de un plumazo. El guardia-googler volvió a presentarse ante ellos para pedirles (silbato en mano) que abandonasen las instalaciones de Google si no querían ser pasto de los federales. Una amenaza 100% gratuita pero suficiente para salir cagando leches del lugar.



Como llegar: El Googleplex está situado en el 1600 del Amphitheatre Parkway en Mountain View (California). Como ya os he comentado anteriormente, solo se puede entrar en el recinto si conoces a algún empleado de Google (y será él mismo quien te de el tour por dentro). Cualquier intento de entrar by the face, ni que sea accidentalmente como nosotros, acabará con vuestro bonito trasero en contacto con el asfalto californiano. De todas maneras, os recomiendo una lectura exhaustiva del siguiente link, por si algún día os encontráis en Mountain View y queréis comer en Google por la patilla. Especialmente recomendado para auténticos listillos.
[Google Map comentado]

.

             
Denise Howell posts interview transcripts for Ted Leonsis, Mark Cuban, Terry Semel, Larry Page and Sergey Brin.
          NUESTROS SUEÑOS Y ESPERANZAS ESTAN EN LAS PERSONAS MAS RICAS DEL MUNDO    

ESPERAMOS NO OFENDER A LAS PERSONAS MAS RICAS DEL MUNDO, PERO TENEMOS QUE CONFESARLES QUE NUESTRAS ESPERANZAS ESTAN PUESTAS EN ELLOS PARA LOGRAR UN MUNDO MEJOR PARA EL ADULTO MAYOR

Para nadie es un secreto el estado de abandono que sufre el adulto mayor en el mundo, son muy pocos los Gobiernos o Estados que se preocupa por esta parte de la población mundial, igual que las sociedades y las familias.

En Fundación Oneyda Cayetano siempre hemos pensado que quizás algún día, las personas que Dios ha bendecido con el poder del dinero, a base de esfuerzo y trabajo, puedan ver las necesidades y el abandono que sufren  las personas de la tercera edad, y quizás puedan inclinarse a ayudar a estas personas del mundo o de su país.

Los señores de la tercera edad no tienen ni siquiera la suerte de que sus Derechos Humanos sean respetados, ni por pena ni por lastima, aunque deberían ser tomados en cuenta solo por el hecho de ser seres humanos.

En nuestra fundación, esperamos no haber ofendido, por el hecho de expresar nuestros sentimientos y pensamientos solo quisimos compartir parte de las esperanzas que no perdemos por lograr UN MUNDO MUJOR PARA EL ADULTO MAYOR!

Oneyda Cayetano Suberví

Presidenta Fundación Oneyda Cayetano a Beneficio de Envejecientes y Hogar de Enfermos de Lepra.

República Dominicana

 
Forbes, nuevamente ha publicado hoy su lista anual de las personas más ricas del mundo 2013 – y una vez más, las compañias de tecnología y sus tentáculos continúan liderando gran parte de la lista.
Las 20 Personas Más Ricas Del Mundo En El 2013, por ForbesCon un patrimonio neto de $73 billones, en el número uno por cuarto año consecutivo es el magnate mexicano, Carlos Slim Helú, el cual controla el operador de telefonía móvil de América Latina,América Móvil, y también posee participaciones en compañías de telefonía móvil en Europa.
Bill Gates de Microsoft sigue ocupando el puesto #2 con $67 billones. La gran sorpresa de la lista Forbes este año, es el billonario español dueño de las tiendas Zara, Amancio Ortega, con unas ganancias de $19.5 billones salto al puesto #3, con un patrimonio neto de $57 billones, desplazando al “Oráculo de Omaha”, Warren Buffett, a la posición #4 – A continuación la lista de las 20 perosnas más ricas del mundo en el 2013:
#20. Sergey Brin – Estados Unidosnuevo en la lista Patrimonio neto: $22.8 mil millones
Sergey BrinAcerca: Serguéi Brin, with Larry Page (#19), es uno de los creadores del motor de búsqueda más grande del mundo, Google. Sergey estudió Ciencias Matemáticas y Ciencias de la Computación.

#19. Larry Page – Estados Unidosnuevo en la lista Patrimonio neto: $23 mil millones
Larry PageAcerca: Lawrence “Larry” Page, es un científico informático y empresario de la Internet. Él es el inventor de “PageRank”, la base del algoritmo de clasificación de búsqueda de Google. Larry es también el co-fundador y director ejecutivo de Google, desde abril de 2011, vio a su compañía logra ingresos de $50 mil millones en el 2012.

#18. Jeff Bezos – Estados Unidosnuevo en la lista Patrimonio neto: $25.2 mil millones
Jeff BezosAcerca: Jeff Bezos, es el fundador y director ejecutivo de Amazon.com, la líder mundial de ventas de todo tipos por la Internet, reportando más de $61 mil millones en 2012 ventas. Bezos fue recientemente nombrado el segundo mejor director ejecutivo del mundo por la “Harvard Business Review”, después (y antes de su muerte) de Steve Jobs de Apple.

#17. Karl Albrecht – Alemania
Patrimonio neto: $26 mil millones
Karl AlbrechtAcerca: Karl Hans Albrecht es un empresario alemán que fundó la cadena de supermercados de descuento Aldi con su hermano Theo.

#16. Samuel Robson Walton – Estados Unidos
Patrimonio neto: $26.1 mil millones
Samuel Robson WaltonAcerca: Otro miembro de la familia fundadora de Wal-Mart, Walton ha servido como jefe del directorio de la gigante minorista desde 1992.

#15. Alice Walton – Estados Unidos
Patrimonio neto: $26.3 mil millones
Alice WaltonAcerca: Alice Louise Walton es una heredera de la fortuna Wal-Mart. Ella es la hija del fundador de Wal-Mart Sam Walton y Helen Walton, hermana de S. Robson Walton y Jim Walton.

#14. Sheldon Adelson – Estados Unidos
Patrimonio neto: $26.5 mil millones
Sheldon AdelsonAcerca: billonario promotor inmobiliario, dedicado principalmente al negocio de los casinos, que vive en Las Vegas (Nevada, EE.UU.). Es presidente, principal accionista y director ejecutivo de Las Vegas Sands Corporation.

#13. Jim C. Walton – Estados Unidos
Patrimonio neto: $26.7 mil millones
Jim C. WaltonAcerca: Otro heredero de la fortuna Wal-Mart, Jim es el presidente y consejero delegado del Banco Arvest, que tiene sucursales en Arkansas, Kansas, Oklahoma y Missouri.

#12. Michael Bloomberg – Estados Unidos
Patrimonio neto: $27 mil millones
Michael BloombergAcerca: Michael Bloomberg es un empresario y político independiente estadounidense que actualmente es alcalde de la ciudad de Nueva York. Él es el fundador y propietario de un 88% de Bloomberg LP, una compañia de servicios de información financiera.

#11. Stefan Persson – Suecia
Patrimonio neto: $28 mil millones
Stefan PerssonAcerca: Ejecutivo empresarial y principal accionista del Grupo Hennes & Mauritz, así como hijo de su fundador, Erling Persson. Las tindas para presupuesto bajos H&M, se expandieron rápidamente por toda Europa y los EE.UU.

#10. Christy R. Walton – Estados Unidos
Patrimonio neto: $28.2 mil millones
Christy R. WaltonAcerca: Christy Walton heredó la fortuna de su esposo John Walton, cuando él falleció en 2005. El padre de John Walton fue el fundador de las tiendas Wal-Mart, Sam Walton. Christy ocupó el primer lugar de “La lista de las mujeres más rica del 2012“.

#9. Bernard Arnault – Francia
Patrimonio neto: $29 mil millones
Bernard ArnaultAcerca: Arnault y su familia poseen una participación del 46 por ciento del conglomerado multinacional francés ‘LVMH Moet Hennessy Louis Vuitton’, dueño de más de 60 marcas de renombre alrededor del mundo. LVMH es considerado el mayor fabricante mundial de artículos de lujo.

#8. Liliane Bettencourt – Francia
Patrimonio neto: $30 mil millones
Liliane BettencourtAcerca: Bettencourt es la heredera de la fortuna L’Oreal. Mientras que todavía técnicamente es la mujer más rica de Europa, un juez ordenó en octubre que la fortuna de la anciana multimillonaria se coloquen bajo el control legal de su hija y nietos. La billonaria heredera vendio su increíble isla privada en Seychelles por $60 millones.

#7. Li Ka-Shing – Hong Kong
Patrimonio neto: $31 mil millones
Li Ka-ShingAcerca: El hombre más rico de Hong Kong, Ka-Shing en la actualidad se desempeña como presidente de Hutchison Whampoa, un conglomerado con intereses en el transporte marítimo y la construcción. También posee una importante cartera de bienes raíces.

#6. David Koch – Estados Unidos (empatados)
Patrimonio neto: $34 mil millones
David KochAcerca: Junto con su hermano Charles Koch, es co-propietario y el presidente ejecutivo de la compañia Koch Industries, una de las mayores compañías privadas en el mundo.

#6. Charles Koch – Estados Unidos (empatados)
Patrimonio neto: $34 mil millones
Charles KochAcerca: Es co-propietario y presidente ejecutivo de la compañia, Koch Industries, junto con su hermano menor, David Koch.

#5. Larry Ellison – Estados Unidos
Patrimonio neto: $43 mil millones
Larry EllisonAcerca: Ellison es el fundador de la compañia Oracle. Un dato curioso es que Larry no terminó sus estudios universitarios. Tambien es considerado como excéntrico por sus gustos extravagantes. Acaba de comprar una isla completa en Hawaí por $600 millones.

#4. Warren Buffett – Estados Unidos
Patrimonio neto: $53.5 mil millones
Warren BuffettAcerca: Lo llaman el “Oráculo de Omaha” y es considerado como uno de los más grandes inversionistas del planeta – Mr. Buffett es el presidente ejecutivo de la multinacional Berkshire Hathaway, así como tambien el principal accionista de la mega compañía.

#3. Amancio Ortega Gaona – Españamayor ganador Patrimonio neto: $57 mil millones
Amancio OrtegaEl Mayor Ganador del Año: billonario español, Amancio Ortega, fue el mayor ganador de este año en la lista de billonarios de Forbes, saltando dos plazas para convertirse en el tercer hombre más rico del mundo, con un patrimonio neto de $57 billones de dólares. Su patrimonio neto creció más que cualquier billonario de la famosa lista: $19.5 millones, empujando su fortuna neta a niveles récord.
Amancio Ortega es dueño de la cadena de tiendas Zara, unidad de la compañía matriz Inditex, que también posee las marcas Massimo Dutti, Bershka y Pull and Bear. El señor Ortega posee casi el 60% de Inditex y además nunca concede entrevistas.

#2. Bill Gates – Estados Unidos
Patrimonio neto: $67 mil millones
Bill GatesAcerca: Bill Gates es el fundador de la empreza del software Microsoft, a persar que fue a estudiar a la Universidad de Harvard, no termino sus estudios universitarios para fundar su Microsoft. El segundo hombre más rico del planeta posee una de las casa más grande y con la tecnología más avanzada del planeta.

#1. Carlos Slim Helu – Mexico
Patrimonio neto: $73 mil millones
Carlos Slim HelúAcerca: Slim Helú provino de orígenes humildes. Su padre era un zapatero inmigrante y Slim construyó su fortuna desde prácticamente cero. Y a pesar de que tiene miles de millones ahora, sus amigos dicen que usa trajes baratos y prefiere la pluma y el papel a las computadoras. Conosca más acerca Slim Helu
Para ver la lista completa de 2013 presione [Aquí]

          Moje typy z Google I/O 2013   

Larry Page na Google I/O 2013


          Paying for Backlinks, Generally a Bad Idea and Waste of Money   
As one who has learned all my SEO techniques on my own, I've had to do my own research and experience my own learning curve when it comes to backlinks I'm determined to share my own opinion on paying for backlinks, I realize SEO is a ultra-complex topic with so many experts, and that there will likely be many who have their own differing opinion on this topic; I welcome your feedback.


Backlinks are one of the keys to a websites success in search engines as the number of backlinks can be indicators of the popularity or importance of a website (they are not the only indicator.)  There is not a day that goes by where I don't see advertising for 'backlinks for sale.' There are those that would assure us that buying backlinks is a sure fire way to get your website to the front page in search engines.  I'm fairly certain however that in many cases those assuring us of this are the same people selling us the backlinks.  In my research buying backlinks is a risky business in which you are almost always throwing your money away.  When I say this, I do say it with a reservation realizing that there are always exceptions. Also recognize that I'm primarily referring to services that sell mass amounts of backlinks, guaranteeing 'thousands instantly'.

There would be two primary motivators for purchasing backlinks, 1. search engine placement, and 2. drive traffic to your site. If you were to decide to pay for backlinks you need to realize the bottom line needs to be increased traffic to your site, what I mean is that you need to be assured you are paying for a link that will generate traffic - that is what you are paying for, not the link.  Since paid backlinks 'en masse' at least the ones that advertise the will get you thousands of backlinks instantly, are very likely garbage links (low quality links on pages that do not rank well) that will generate no traffic, you can be assured you are wasting your money.  You can also be fairly certain that these links will be placed on link farms and other such sites which will not accomplish much of anything in your search rankings.  There has been much discussion over the quality of a backlink and it has been stated directly by Sergey Brin and Larry Page that "PageRank... [does] not count links from all pages equally, and by normalizing by the number of links on a page."  What Brin and Page are clarifying for us is 1. not all links have the same value for search engines and 2. pages that are nothing but link farms or have low PageRank's are noticed and backlinks on those pages are very ineffective.  What's more, how many humans do you know that spend time looking at link farms?

In addition you can bet there is a time limit on your purchase, and that the link(s) will eventually disappear... once it's gone anything that was accomplished for traffic or search engines will be undone, and you will fall off the map... unless you pay again.

Many website owners successfully optimize for SEO and build fantastic traffic in their niche without ever paying for a single backlink.  What's more with the social web word of mouth, and social networking can effectively build you quality backlinks as well.  It may take a bit more work and time, but you can be certain the individuals you are connecting with are human, and that their loyalty goes deeper than that of a backlink machine.

Here's an interesting article I read recently titled, Does Backlink Quality Matter.  It's worth a read. What are your thoughts on purchasing backlinks, or your experiences?  How do you think the companies that guarantee results and money back are able to do this?  I'd love to hear from you.

Author Profile:

Daniel Snyder was raised just outside of Vancouver, British Columbia. I am a huge fan of social media and a total twitter addict. Completely intrigued by all things security related, I seem to be exploring my potential by blogging. One of my goals is to inform & educate on the importance of proper computer security.  You can follow me @danielsnyder1 on twitter or visit infocarnivore.com
          ACTIVITY OF PM MODI IN US   

At the Silicon Valley


After meetings with top executives of finance, communications, manufacturing sectors, Prime Minister Mr. Modi on September 27 arrived in San Jose, California, to a vociferous and enthusiastic reception by the Indian American community. This southern part of San Francisco Bay Area is known as Silicon Valley named after large quantities of Silicon metalloid used in semiconductors that are produced here on a mass scale. Top technology firms like Apple, Facebook, Google, Microsoft, Adobe Systems, Yahoo, IBM, Linkedln, Amazon, Twitter, Intel, Cisco Systems, Oracle Corp, Netflix have their headquarters here. Over a quarter million technology professionals work in Silicon Valley which accounts for 40% of total industrial investments in USA. Silicon Valley has a strong Indian connection too: some of the biggest tech firms like Google, Microsoft and Adobe have

Indians as their CEOs; almost 16% of tech start-up firms have been established by Indians; and a large number of their employees are also from India. Asia has contributed 30% of Google’s total employees and the largest section of them comes from India.

Prime Minister Mr. Modi visited Tesla Motors where he was received by the CEO Mr. Elon Musk who explained various innovations done by the company to the Prime Minister. Mr. Modi visited the factory floor and had intensive discussions with Mr. Musk. Renewable energy, Tesla’s battery technology, and innovations in energy storage figured in the discussions. Indian PM also met various employees of Indian origin who work at Tesla. At the Google Headquarters, Mr. Modi was received by the CEO Mr. Sundar Pichai. He was given an overview of some of Google’s innovations and future plans. Google’s founders Mr. Eric Schmidt and Mr. Larry Page were also present. During a demonstration of Google Streetview, Mr. Modi asked for Khagaul to be pinpointed on Google Earth. Khagaul near Patna is where the great ancient astronomer Aryabhatta had an observatory puM


          Java Posse #340 - Newscast for Feb 4th 2011   

Newscast for Feb 4th 2011

Fully formatted shownotes can always be found at http://javaposse.com

Join us for the Java Posse Roundup 2011 in beautiful (snowy) Crested Butte, CO from February 22nd to 25th with a free coding dojo day on the 21st.

http://www.mindviewinc.com/Conferences/JavaPosseRoundup/

Quick News

ScalaWags

Android

Random Crap

Thanks

The Java Posse consists of Tor Norbye, Carl Quinn, Joe Nuxoll and Dick Wall

             
Amin's Blog - Internet saat ini sudah banyak di gunakan masayarakt dunia setidaknya sudah ada sekitar 1.966.514.816 apa jadinya jika sampai saat ini tidak ada internet pastinya yang namanya facebook dan google tidak akan pernah ada bukan, nah  taukah kamu kemunculan internet di dunia ini tidak di temukan oleh satu orang saja ternyata ada beberapa orang yang menyumbangkan hasil pikiranya dan kemampuanya dalam dunia teknologi informasi untuk menciptakan internet nah berikut ini ada 10 Orang Pelopor Kemunculan Internet kamu mau tahu siapa saja mereka simak berikut ini.

01. Claude Shannon

Dikenal sebagai “bapak dari teori informasi modern,” Claude Shannon menerbitkan sebuah makalah yang berpengaruh pada tahun 1948, “Sebuah Teori Matematika Komunikasi,” yang memfomalkan studi saluran komunikasi. Dengan membentuk batas pada efisiensi komunikasi dan menghadirkan tantangan untuk menemukan kode untuk meningkatkan efisiensi, Shannon mengembangkan fondasi dasar yang mendasari Internet.

02.Paul Baran

Seat meneliti jaringan komunikasi survivable di RAND Corporation tahun 1959, Baran mengembangkan dan menggambarkan arsitektur data untuk jaringan komunikasi packet-switched. Gambaran, rinci dalam serangkaian makalah dengan judul “On Distributed Communications,” akan terbukti menjadi dasar umum di belakang arsitektur Internet.

03. Bob Taylor

Pada akhir tahun 1960, Bob Taylor meyakinkan Departemen Pertahanan AS untuk mengembangkan jaringan komunikasi, yang akhirnya akan menjadi ARPANet, militer prekursor untuk Internet.
Dia menulis sebuah makalah yang berpengaruh, “The Computer as a Communication Device,” (Komputer sebagai Alat Komunikasi), kata pria ini, dunia akan segera dapat berkomunikasi dengan lebih efisien melalui komputer daripada tatap muka-. Makalah ini menggambarkan tentang bagaimana Internet akan menjadi di masa depan

04. Douglas Englebart

Seorang peneliti di Stanford, Augmentation Research Center Englebart adalah simpul kedua pada ARPANet pada Oktober 1969. Dia mengembangkan Pusat Jaringan Informasi di Stanford, yang kemudian menjadi registry nama domain, atau database daftar setiap website di Internet.
Sangat menarik untuk dicatat bahwa Sergey Brin dan Larry Page, para pengembang Google , juga kuliah di Stanford 30 tahun kemudian.Dia juga menemukan mouse

05. Larry Roberts

Ilmuwan kepala di Kantor Tehnik Pengolahan Informasi ARPA tahun 1966 , dia memimpin pengembangan ARPANet. Dia juga mendirikan Telenet, paket-switched jaringan pertama penyedia dan prekursor untuk perusahaan seperti Comcast dan Verizon. Telenet sekarang dimiliki oleh Sprint dan merupakan bagian dari jaringan data mobile.

06. Vint Cerf

Seorang legenda di komunitas internet awal, Cerf adalah manajer program ARPA 1976-1982. Bersama Bob Kahn dia membantu merancang protokol TCP / IP yang digunakan oleh ARPANet awal dan Internet saat ini, dan ia mendirikan Komuntias Internet Society dan ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers)
ICANN adalah bagian mendasar tentang dari dan bagaimana Internet diatur.

07. Paul Mockapetris

bersama dengan Jon Postel, Paul Mockapetris merancang dan mengembangkan DNS, atau arsitektur nama domain.
Ketika Anda mengetik alamat situs web ke dalam kotak pencarian, Anda dapat berterima kasih pada Mockapetris dan Postel karena telah merancang bagaimana membuat tindakan untuk menemukan situs web yang Anda inginkan.

08. David Clark

Internet tumbuh pesat antara tahun 1981 dan 1989, dan keputusan yang dibuat kemudian mempengaruhi pada jaringan yang nantinya akan digunakan.Clark adalah arsitek protokol utama untuk Internet selama menjabat sebagai ketua Dewan Kegiatan Internet, dan dia memberikan pengaruh yang signifikan dalam pembentukan peraturan yang mengatur Internet.

09. Steve Wolff

Sebagai Direktur Divisi Jaringan dan Komunikasi di National Science Foundation (NSF) pada tahun 1986, Steve Wolff mengelola pengembangan NSFNet, salah satu prekursor untuk Internet.
Dia mengkonsep dan memimpin Gigabit Testbed, sebuah proyek bersama antara NSF dan Departemen Pertahanan yang dirancang untuk membuktikan bahwa jaringan bisa beroprasi pada kecepatan gigabit. Keberhasilannya membantu membuka jalan untuk mengubah Internet dari jaringan komunikasi secara sempit berfokus ke Internet global yang luas seperti hari ini.

10. Marc Andreesen dan Eric Bina

Ini mungkin tampak seperti murahan untuk menambahkan pelopor tambahan untuk membuat daftar ini 11, tapi
Butuh dua pelopor untuk mengembangkan Mosaic, browser Internet pertama. Mereka mengambil semua prestasi pelopor sebelumnya dan diterjemahkan ke dalam antarmuka dengan grafis yang mudah digunakan. Hal ini berlangsung jauh ke arah mengubah Guna Internet dari yang sebelumnya Internet hanya digunakan oleh ilmuwan berpendidikan tinggi sehingga bisa digunakan oleh orang – orang pada umumnya..
Ini adalah hanya beberapa dari banyak pelopor yang membuat Internet dimungkinkan untuk berkembang dan digunakan seperti hari ini. Setiap individu yang mengembangkan cara yang lebih baik dalam transmisi informasi, kecepatan mengatur aliran data atau meningkatkan kontribusi dalam beberapa cara untuk pengembangan Internet yang kita kenal sekarang.

[Source]



          Chi è Kim Schmitz, fondatore di Megaupload?   
Arresti, eccessi e business illegali: il capo del servizio di streaming illegale sembra uscire da uno dei film di azione che ha regalato a scrocco – Perché l’Fbi ha chiuso […]
          Google Asks, Should We Be More European?   
Larry Page has expressed concern that Europe's "right to be forgotten" law could aid repressive regimes but at the same time suggested Google should be doing more to think European on some issues, even praising European vigilance on privacy. The larger picture though is one where Google's approach to data [...]
          Oil Barons and Tech Hipsters Share A Dark Side   

Oil barons and technology hipsters seem very different. But they share a dark side. The chief executive of U.S. explorer SandRidge Energy and some of his peers jet around at shareholders’ expense, while at Facebook and Google founder-bosses are insulated from owners by super-voting rights. Clubby boards also feature in both sectors.

The U.S. oil and gas industry plumbs the depths of weak corporate governance and social responsibility, with 15 companies getting the worst F grade from consultancy GMI Ratings - far more than would be suggested by their weighting in the sample. Headline-grabbing offenders include Chesapeake Energy and SandRidge, whose founder Tom Ward kitted out the business with four corporate jets despite the fact that its wells are mostly within driving distance. Meanwhile James “Jim Bob” Moffett, chairman of Freeport-McMoRan Copper & Gold, recently engineered the purchase of McMoRan Exploration, which he runs and partly owns, for a whopping premium. Gold-plated CEO pay and perks also feature, along with generous remuneration for incurious directors.

Silicon Valley’s governance shortcomings aren’t so brash. Only a few tech companies are branded with GMI’s failing grade. Still by the consultancy’s count 41 of their number, including such leading lights as Facebook, Google and LinkedIn, have opted for multiple share classes that help bosses outvote other investors - a higher incidence than the average in GMI’s sample. Facebook’s Mark Zuckerberg holds just a fifth of the company’s stock but thanks to supervoting shares and other arrangements he commands over half of all shareholder votes.

Although it manifests itself in different ways, the two sectors thus share a certain disregard for regular owners. One reason could be that both abound with forceful entrepreneurs who started in complete control of startups and then sometimes struggled to adjust to the responsibilities of running public companies. That may help explain why Aubrey McClendon, the co-founder and CEO of Chesapeake, sold his personal map collection to the firm for an inflated $12 million before being forced to buy it back.

A tendency for boards to overlap and feature friends of executives may also owe something to the geographical clustering of the two industries. Oil and gas exploration companies tend to be centered in Texas and neighboring Oklahoma and Louisiana, while many tech firms call San Francisco and Silicon Valley home. When Freeport agreed to buy McMoRan, it also inked the purchase of a third company, Plains Exploration. As well as Freeport CEO Moffett’s dual role, other directors on the McMoRan board included the Plains boss. Cozy relationships are common in Silicon Valley too. Marc Andreessen, whose venture capital firm routinely sells smaller companies to tech giants, sits on the boards of Facebook, eBay and Hewlett-Packard.

For both energy and tech entrepreneurs, a peer group that includes still-private companies may also set a less than ideal example. Their bosses may not have the benefit of public shareholders’ money, but their chiefs can legitimately do as they please.

In the oil and gas patch, activist shareholders are starting to rattle the comfortable cages of some CEOs. Egged on by investor Carl Icahn, shareholders at Chesapeake ousted McClendon’s friendly board and replaced a system that allowed directors to be re-elected on a single vote with a majority requirement. And hedge fund TPG-Axon Capital has publicly challenged governance at SandRidge.

Entrenched managers and boards make these tough fights. But if enough votes can be mobilized, shareholders have the power to force change. Very few energy company executives hold supervoting shares that can prevent it.

Tech investors may not yet feel as abused as some in the energy sector. People like Zuckerberg at Facebook and Google founders Larry Page and Sergey Brin have achieved great things. But they won’t always get it right. If something does go awry, shareholders will often find there’s nothing they can do about it. Tech trouble, when it comes, could prove harder to clean up than the energy business.

Read more at Reuters Breakingviews.


          What is PageRank   
The founders of Google (Larry Page and Sergey Brin) developed what we know as PageRank. Back in those days when Larry and Sergey met, search engines simply linked to pages which had the highest ...
          Larry e Sergey, le Menti di Google   

Usiamo tutti il loro motore di ricerca e molto probabilmente qualche altro prodotto uscito dalla loro mente – e-mail, browser, siti di informazione wiki, social network.

Abbiamo sentito parlare della loro filosofia aziendale che impone di “non fare il male” e abbiamo sognato la loro incalcolabile ricchezza. Ora seguiamo le loro mosse di moderni alessandrini, volte alla creazione della più grande biblioteca virtuale della storia della cultura.

Ma quanto realmente sappiamo dei fondatori di Google, Larry Page e Sergey Brin, e di come hanno costruito il loro successo? Larry è lo stratega concreto, con fiuto di business e senso pratico; Sergey è il tecnologo idealista, dalle idee brillanti e le forti convinzioni morali. Lavorano strettamente a contatto, come parti complementari di una stessa mente.

Richard L. Brandt, giornalista esperto di tecnologie, svela le loro due grandi menti e guarda al business di Google alla luce delle loro ambizioni e convinzioni.

Attraverso interviste con ex e attuali collaboratori, concorrenti, partner e senior manager dell’azienda, oltre a conversazioni con gli stessi fondatori, l’autore demistifica la “società segreta” Google, spiega i suoi passi più controversi (come i rapporti con le autorità cinesi) e chiarisce le idee sbagliate che la riguardano.

Un libro innovativo che va oltre la storia generale dell’impresa per focalizzarsi su coloro che la guidano, e che già sanno dove la porteranno (e dove ci porteranno) in futuro.


          Larry Page ufficialmente nuovo CEO di Google … fantascienza pensare ad Eric Schmidt alla Apple?   
In fondo Eric Schmidt è stato immortalato più volte in incontri informali con Steve Jobs, ha fatto del board of directs della Apple dal 2006 al 2009, dovendo lasciare il posto a causa del conflitto di interessi fra le due aziende sopratutto dovuto all’ingresso di Google nel settore mobile con Android. Interessante vedere come e […]
          Critique égaliste humanocrate du programme Constituante 6° République de Mélenchon pour défendre la bourgeoisie   

Critique égaliste humanocrate du programme Constituante
 6° République de Mélenchon pour défendre la bourgeoisie



par Yanick Toutain
21/4/2017 dernière version 1.4

REVOLISATION
PDF

Introduction
Depuis 2010, les milices de Mélenchon, qu'elles soient stalinofascistes ou socialofascistes font la chasse aux révolutionnaires.
Faux en écritures, faux témoignage d'agresseur d'enfant tenu en laisse par l'administration, faux témoignages de collègues protecteurs du précédent, soutien occulte aux manoeuvres maccarthystes de juges voyous Franceàfric au service du terrorisme en Afrique. Rien n'est trop illégal pour ces milices qui veulent saboter tout risque que les Libres Humains ne viennent renverser le capitalisme esclavagiste Bolloré dont les miettes viennent nourrir la pathologie consumériste de cette classe sociale formoise.
Les milices de Mélenchon se précipitent pour saboter toute apparition de délégués révocables : la hantise de Bolloré, des capitalistes esclavagistes US et de toute la bankoslavoisie mondiale : la possibilité pour chacun de former un conseil de 25 personnes en désignant son délégué révocable.
Pour camoufler leur soutien à Bolloré et à la démocratie gaulliste, cette clique d'imposteurs a lancé un mot d'ordre "6° république".
6° république signifie de continuer à diviser par 20 les salaires des Africains, mais en versant une plus grosse part du butin colonial à la moyenne et haute formoisie française.
6° république c'est donc une suite de propositions stupides visant à camoufler la perpétuation du foncionnement de la 5° mais avec quelques ajouts ..... de la 4°.

Les Français de 7 à 127 ans n'ont que faire de ces stupidités constitutionnelles et mettront en place DIRECTEMENT une 


PANSTITUTION
de délégués révocables #1pour25

avec 20 % de #déléguésSécurité

40% de #déléguésPédagogie
32% de #déléguésSanté 
8% de #déléguésjustice


Ce texte, avait, pour l’essentiel, été rédigé entre 9h du matin et 23h le 15 avril 2017 et publié dans l’urgence avant le week-end de Pâques.
Cette nouvelle version (1.4) corrige les quelques fautes d’orthographe et ajoute les critiques du chapitre jeunes et colonies.

Avertissement : les remarques, critiques, énoncé de mesures égalistes et/ou humanocrates faites dans la colonne de droite répondent au texte de Mélenchon situé dans la colonne de gauche.
La suite parfois incohérente de mesures préconisées dans la 1° colonne a pour effet de rendre difficile la rédaction d’une suite logique de contre-propositions.
Ces contre-propositions sont présentées principalement dans les deux textes « brouillon de projet dePanstitution » et « Les mesures urgentes de la SHFSociété Humaine de France » où elles trouvent leur cohérence institutionnelle et socio-politique.
Complémentairement peuvent être consultés les textes «Projet de réquisitoire pour le Nuremberg de l’Afrique », « amendements au statutgénéral des CDR 1984 de la révolution burkinabè », « 3analyses du DOP 1983 Sankara Somé » et tous les textes d’humanologie scientifique présentant les découvertes faites par le véritable postmarxisme depuis 1999.



Dans le texte de Mélenchon on trouve
9 fois le mot « constituante »
8 fois mot Constitution

mais ZÉRO fois l’adjectif « constitutionnel »
Par contre le verbe « constitutionnaliser » se trouve 4 fois (« Constitutionnaliser la non-marchandisation du corps humain », « Constitutionnaliser la règle verte » (2 fois répété), « Constitutionnaliser et rendre effectifs les droits au travail et au logement »)

Le mot « conseil » apparaît 9 fois
Mais pas une seule fois l’expression « conseil constitutionnel »
Mélenchon et ses experts (tirés au sort ? Choisis au hasard de ses promenades?) convoquent une Constituante, pour faire rédiger une Constitution….. sans nous expliquer à l’avance….. QUI va la faire respecter !!
Un appel à une constituante « oubliant » le mot « conseil constitutionnel »…. on croit rêver !!!
Amateurs irresponsables ou escrocs cyniques camouflant leur projet ?
A moins qu’il ne faille trouver le projet d’une Cour Suprême…. Entre les lignes de leur texte
CITATION
Réformer le dualisme juridictionnel en supprimant la fonction juridictionnelle du Conseil d’État et en créant une juridiction suprême commune aux deux ordres de juridictions (fusionnant la Cour de cassation et la fonction juridictionnelle du Conseil d’État)
+++++
…..


L’urgence démocratique LA 6e RÉPUBLIQUE
Tout commence par le pouvoir des citoyens. Comment rendre le pouvoir au peuple, en finir avec le système de la caste médiaticopolitique et de la monarchie présidentielle ?
C’est l’ère du peuple qui doit commencer !
La révolution citoyenne à laquelle je crois est le moyen pacifique et démocratique de tourner la page de la tyrannie de l’oligarchie financière et de la caste qui est à son service.
Ce sera la tâche d’une Assemblée constituante, convoquée pour changer de fond en comble la Constitution, abolir la monarchie présidentielle et restaurer le pouvoir de l’initiative populaire. Je voudrais être le dernier président de la 5e République et rentrer chez moi sitôt que la nouvelle Constitution aura été adoptée par le peuple français. La 6e République commencera et ce sera une refondation de la France elle-même.
Jean-Luc Mélenchon
Mélenchon ennemi de l’investissement humain (confiant 3000 révos/mois à chaque Humain en commençant par 10révos/jour dès l’âge de 7 ans va dans le texte qui suit lister toutes les mesures visant à la perpétuation de la classe bourgeoise.
Mélenchon ne lutte pas pour dissoudre la bourgeoisie mais pour « en finir avec le système de la caste médiaticopolitique et de la monarchie présidentielle »
Trucage rhétorique pour ne pas appeler un chat un chat et ne pas appeler un capitaliste esclavagiste sous son nom « capitaliste esclavagiste ».
Les pro Mélenchon qui participent déjà à la chasse aux révolutionnaires pour Vincent Bolloré, Guillaume Soro et le barbouze Jean-Marie Bourry fossoyeur de la démocratie Gbagbo inventent donc un pseudo adversaire aux contours flous « le système de la caste médiaticopolitique et de la monarchie présidentielle » pour ne pas engager la lutte contre la bourgeoisie esclavagiste française (slavoisie) et la bancocratie

Tout l’édifice de l’imposteur Mélenchon repose sur la confiscation du pouvoir des Libres Humains par un Conseil Constitutionnel (sa Cour Suprême camouflée entre les lignes)
Mais de cette confiscation prévue, Mélenchon n’en dira pas un mot !






23
1. Réunir une Assemblée constituante
La nouvelle Constitution dont la France a besoin doit être radicalement nouvelle, y compris dans sa méthode d’écriture : elle ne peut être un simple rafistolage de la 5e République, ni se résumer à quelques réformes octroyées par le futur président de la République. C’est le peuple lui-même qui doit s’emparer de la question et s’impliquer tout au long d’un processus constituant. Nous proposons la convocation d’une assemblée spécifiquement chargée de rédiger une nouvelle Constitution sous le contrôle des citoyens  : une Assemblée constituante. Nous soumettrons à ses travaux des propositions pour une 6e République démocratique, égalitaire, instituant de nouveaux droits et imposant l’impératif écologique. Nous proposons de réaliser les mesures suivantes  :
Les Libres Humains n’ont jamais eu besoin de Constitution.
Les Libres Humains en lutte ont toujours désigné des délégués révocables. Des délégués révocables dont la liste de délégateurs est parfaitement connue.
Des délégateurs évidemment responsables des actes de celui ou de celle qu’ils ont désignés pour les représenter.
Les Libres Humains ont toujours, spontanément, respecté les 3 principes suivants
PANSTITUTION
I PRINCIPES GÉNÉRAUX



article 1 Tout individu est responsable de ses actes et des conséquences de ses actes


article 2 En conséquence de l'article 1, tout individu déléguant ses pouvoirs est en permanence coresponsable des actes commis par son représentant


article 3 En conséquence des articles 1 et 2, tout individu prétendant être représentant d'une ou plusieurs personnes et d'agir en son nom doit donc donner les noms de ceux qu'il prétend représenter.
+++++
Les Constitutions ont toujours été des règles de classes esclavagistes.
Des règles de classes inamovibles et sous la surveillance d’un « Conseil Constitutionnel » ou d’une « Cour Suprême »


Il leur faut des Constitutions esclavagistes ! Que ces esclavagistes puissent vendre leurs esclaves (Athènes, Rome, USA) ou qu’ils les écrasent sur place (Jules Ferry, Bolloré, United Fruit) en contrôlant leurs territoires et en leur interdisant de s’enfuir (L’Afrique subsaharienne est un camp de travail esclavagiste géant aux salaires divisés par 20 quand le Maghreb est un camp de travail semi-esclavagiste aux salaires divisés par 5 )
Cela implique de multiplier par 20 les salaires subsahariens et par 5 les salaires du Maghreb. Ce n’est pas le projet de Mélenchon qui ni n’annonce de multiplier par 20 et 5 le prix des marchandises importées d’Afrique ni de verser 82Mds€ (820Mds révos) à titre de taxe carbone aux Africains
CITATION
Nous proposons de réaliser les mesures suivantes  : ● En finir avec la Françafrique : respecter l’indépendance des États africains et la souveraineté des peuples en s’interdisant de se mêler des élections et en réprimant les corrupteurs ● Tenir enfin l’objectif de consacrer 0,7 % du revenu national brut au budget de l’aide publique au développement+++++++FIN DE CITATION
Alors que multiplier par 20 les droits des Africains coûtera, non pas 0,7 % du PIB annuel mais 70 fois plus.
C’est pour perpétuer la Franceàfric sous un autre déguisement que Mélenchon veut faire rédiger une Constitution en sabotant la désignation de délégués révocables et la mise en place d’une Panstitution.
Que croit-il ? Que les Africains vont rallier le projet chinois de monnaie mondiale tout en acceptant de travailler pour la formoisie (et la bourgeoisie) chinoise pour 50 euros par mois ?
Mélenchon croit qu’il pourra continuer à multiplier par plus de 5 son propre salaire sur la sueur des parents et le cadavre des millions d’enfants d’Afrique qui meurent chaque année ?



Convoquer un référendum (article 11 de la Constitution) pour engager le processus constituant (modalités de la composition de l’Assemblée constituante – mode de scrutin, parité, tirage au sort et incompatibilités ; modalités de la délibération ; association des citoyens aux travaux…)


Les Libres Humains refuseront cette farce référendaire.
La Constitution putschiste de 1958 de l’assassin De Gaulle (criminel qui tua le premier président d’Afrique, Sylvanus Olympio) est nulle et non avenue.
Les Libres Humains s’inscrivent dans le cadre légal (amélioré) de la panstitution de la Commune de Paris de 1871.
Panstitution dont le sang que fit couler Thiers n’en a jamais abrogé la légalité.


Les Libres Humains ajouteront 2 étages aux institutions de la Commune de Paris
Et désigneront leurs délégués révocables en formant des conseils de 25.
Ce sera un quota de statut (complémentaire infra du quota de fonction)
Chaque conseil désignera son délégué de base.
Les délégués révocables issus de la base se grouperont à leur tour pour désigner des délégués conseillers révocables (1 délégué conseiller révocable représente 25*25= 625 délégateurs de 7 à 127 ans)
Puis de façon récursive,
25³ délégateurs, (15625) pour un délégué député révocable (contrôlé par un conseil de 25 délégués conseillers)
25⁴ délégateurs (390625) pour un délégué national révocable (contrôlé par un conseil de 25 délégués députés)
25⁵ délégateurs (10 millions) pour un délégué international révocable (contrôlé par un conseil de 25 délégués nationaux)

25⁶ délégateurs (250 millions) pour un délégué mondial révocable (contrôlé par un conseil de 25 délégués nationaux)


Les Libres Humains ricanent par avance de l’absurdité de se prétendre respectueux du peuple alors que
« modalités de la composition de l’Assemblée constituante – mode de scrutin, parité, tirage au sort et incompatibilités ; modalités de la délibération ; association des citoyens aux travaux…) »
….
seront évidemment sous le contrôle de ceux (on ne sait pas qui ?…… le président Mélenchon??) lanceront le référendum.
C’est donc un imposteur désigné par une minorité de Français (adultes) qui imposera ses règles dans le texte de son référendum.
Aucun parlementaire des anciennes assemblées de la 5e République ne pourra siéger dans cette Assemblée constituante. Les délégués à l’Assemblée constituante ne pourront être candidats aux élections suivant l’entrée en vigueur de la nouvelle Constitution
24
Absurde et démagogique
A moins que des juges délégués révocables n’abolissent (pour une durée déterminée) les droits panstitutionnel d’un gredin, il est absurde et stupide d’interdire à un groupe de Libres Humains de se porter co-responsables pénalement d’un délégué Libre Humain.
Quiconque n’a pas perdu légalement ses droits panstitutionnels a légitimité à participer à la rédaction de n’importe quelle proposition d’amendement.
Le projet de Constitution proposé par l’Assemblée constituante sera soumis à un référendum d’approbation Perpétuation des méthodes de la dictature gaulliste.
Les institutions panstitutionnelles ne sont jamais soumises à référendum pour une raison évidente.
Elles sont en constante évolution et sous le contrôle permanent des Libres Humains qui peuvent à tout moment désigner des délégués révocables différents pour proposer et voter n’importe quelle modification panstitutionnelle.
2. Balayer l’oligarchie, abolir les privilèges de la caste
La démocratie française est malade des privilèges, de l’argent-roi et de la collusion entre politique et finance. Une caste de privilégiés, coupée des réalités de la vie du peuple, a confisqué le pouvoir. Cela doit cesser  : la vertu doit être au centre de l’action politique. Nous proposons de réaliser les mesures suivantes  :
Le jargon pseudo conceptuel « oligarchie », « caste » ne vise qu’à protéger en les camouflant les privilèges des spoliateurs qui vivent sur le dos des Africains.
Les Français consommant plus que 1000 euros par mois (10 000 révos) sont des Parasites vivant sur la mort de 100 millions d’enfants africains depuis 25 ans.

La prétendue vertu de Mélenchon dont le revenu est égal à plus de 100 fois ce que Vincent Bolloré verse à chaque travailleur de Kienké au Cameroun est une fumisterie.
Politicard parasite inutile à la Société Humaine depuis des décennies, Mélenchon se pare du vocabulaire de Robespierre.
Rendre inéligible à vie toute personne condamnée pour corruption Absurde et stupide.
La panstitution abolira toute élection.
Et cela pour une raison simple : la responsabilité pénale des délégateurs d’un délégué impose de publier la liste de ces délégateurs.
En permanence.
Une personne susceptible d’être condamnée pour n’importe quel délit en relation avec son statut de représentant de la population verra TOUS SES DÉLÉGATEURS subir la même peine.
Qui viendra donc désigner Balkany, Sarkozy, Fillon, Fekl, Macron, Hamon, Belkacem, Fabius, Juppé, etc.…. après leur condamnation pour organisation d’attaques terroristes en Afrique ?
Qui viendra désigner délégués révocables ces gens quand les preuves de leur corruption seront rendues publiques ?
Qui viendra prendre le risque d’être condamnés solidairement pour chaque nouveau délit qui apparaîtra …. ?
Supprimer le monopole du déclenchement de poursuites judiciaires par l’administration fiscale en cas de fraude : la justice doit pouvoir enquêter librement et de sa propre initiative, même contre l’avis du ministre Absurde, stupide et obsolète.
Les Libres Humains auront le contrôle total de l’institution judiciaire.
L’institution judiciaire sera totalement fusionnée avec l’appareil administratif et la pyramide des représentants des Libres Humains.
Les Libres Humains désigneront 8 % de délégués Justice.
Il y aura un quota de fonction complémentaire du quota de statut (1 pour 25)
Parmi 25 délégués de base on trouvera donc 2 délégués Justice, 10 délégués Pédagogie, 8 délégués Santé et 5 délégués Sécurité.
Aucun fonctionnaire éthique ne pourra exercer sans avoir obtenu son quota de fonction.

Par exemple un juge de Cassation ne pourra l’être qu’en ayant acquis son quota de statut, c’est à dire avoir la confiance de 15625 (25³ ) Libres Humains qui seront donc pénalement co-responsables de tous ses actes.
Un Bertrand Louvel actuel Premier Président de la Cour de Cassation– qui regarde passer les faux en écritures sans jamais lancer (ni faire lancer par son collègue procureur général voyou Jean-Claude Marin) les procédures contre les auteurs de ces documents, non seulement sera condamné mais entraînerait avec lui la totalité des 80 000 délégateurs qui auraient l’idée stupides de lui accorder leur confiance.
Les 80 000 délégateurs d’un juge de Cassation laissant délibérément circuler des faux en écritures (au service du complot terroriste de la Franceàfric) serait solidairement condamnés avec ce juge voyou.
LE TEXTE PANSTITUTION SUR LES DELEGUES JUSTICE


article 9 Les délégués justice


9.a Tout juge actuellement en fonction doit acquérir le statut correspondant à son niveau d'intervention


i Juges et magistrats de cassation et au-dessus doivent être des délégués députés présentant la liste des 15625 délégateurs coresponsables pénalement de leurs actes


ii Juges et magistrats de cour d'appel doivent être des DID délégués Intermédiaires députés présentant la liste des 3125 délégateurs coresponsables pénalement de leurs actes


iii Juges et magistrats de tribunaux d'instance doivent être des délégués conseillers présentant la liste des 625 délégateurs coresponsables pénalement de leurs actes


Les TPA siégeaient au niveau des provinces. Chaque TPA comportait deux magistrats professionnels qu'entouraient des juges populaires composés de militants CDR. Les TPA étaient des juridictions de recours contre toute décision rendue par les TPD ou les TPC. Ils rendaient des décisions qui n'étaient pas susceptibles de divorce et de filiation, et statuaient sur les infractions sur lesquelles l'application du code pénal était nécessaire.


iv Juges arbitres des tribunaux de TPD doivent être des DIC délégués Intermédiaires conseillers présentant la liste des 125 délégateurs coresponsables pénalement de leurs actes


Les TPD pouvaient faire des jugements. Ils avaient également la capacité d'infliger des amendes n'excédant pas 200000 francs CFA. Cependant, il ne leur était pas reconnu le droit de prononcer des peines d'emprisonnement. Aussi n'étaient-ils compétents que pour les petits conflits de travail. La gestion de l'état civil leur était également dévolue : actes de naissances, pièces d'identité, certificats de résidence et autres... Les juges étaient élus au comité départemental des CDR à l'exception du président et son adjoint, nommés par le ministre de la justice. Faisons remarquer qu'un TPC dans un secteur dans la ville de Ouagadougou avait ses compétences étendues à celle d'un TPD.


v Juges conciliateurs des tribunaux de TPC doivent être des délégués de base présentant la liste des 25 délégateurs coresponsables pénalement de leurs actes


Les TPC devaient résulter des tentatives de conciliation dans les situations troublant la vie sociale. Par exemple les querelles familiales, les disputes de voisinage, les spéculations sur les prix des produits de première nécessité. Les sanctions prononcées consistaient en l'exécution de travaux d'intérêt commun. Ils étaient aussi déclarés compétents pour régler des contentieux dont l'intérêt n'excédait pas cinquante mille francs. Lorsque les TPC n'arrivaient pas à trouver une conciliation ou lorsque l'affaire était très délicate, ils s'en remettaient aux TPD qui statuaient.


vi Adjoints conciliateurs des tribunaux TPC doivent être des DIB délégués intermédiaires de base présentant la liste des 5 délégateurs coresponsables pénalement de leurs actes






9.b Tout délégué à partir du délégué conseiller doit agréer les délégués justice de sa pyramide de délégateurs.


i Tout délégué conseiller (justice ou non) doit agréer 2 délégués de base justice et 6 DIB adjoints délégués justice


ii Tout délégué député (justice ou non) doit agréer 2 délégués de conseillers justice et 10 DIC justice


iii Tout délégué national (justice ou non) doit agréer 2 délégués députés justice et 10 DID justice


9.c Tout délégué doit veiller à l'installation des délégués justice correspondant à son statut


i Tout délégué conseiller (justice ou non) doit aider à installer un TPC dans sa zone et recevoir 2 délégués de base justice et 6 DIB adjoints délégués justice


ii Tout délégué député (justice ou non) doit installer un TPA et recevoir délégués de conseillers justice et 10 DIC justic


iii Tout délégué national (justice ou non) doit aider à installer un TPD dans sa zone et recevoir 2 délégués députés justice et 10 DID justice
Combattre la pollution du débat parlementaire par les lobbies, interdire l’entrée des lobbyistes dans l’enceinte du Parlement et les cadeaux faits aux parlementaires Que vient faire ici cette mesure qui surgit du néant ??
On pourrait tout aussi bien édicter ici l’ensemble des règles concernant tous les spectateurs autorisés ou non à assister aux séances des comités de zones !!!
On a l’impression d’un catalogue dépareillé dans lequel un décideur important aurait surgi tout à coup pendant sa rédaction et imposant sans délai l’intégration de sa proposition anti-lobbies.
Mais le pire c’est qu’elle est aussi une mesure absurde, stupide et obsolète.
Puisqu’elle semble valider subrepticement la perpétuation de la classe capitaliste.
Signalons que le librégalisme qui régira la SHF Société Humaine de France impliquera que la réputation des Libres Entrepreneurs soit en permanence le critère principal leur assurant (ou non) les apports de capital indispensables. Capital fixe ou capital circulant sera dans les mains des Libres Humains (3000 révos/mois d’une valeur de 300€)
Mettre fin au pantouflage : tout haut fonctionnaire souhaitant travailler dans le privé devra démissionner de la fonction publique et rembourser le prix de sa formation s’il n’a pas servi au moins dix ans, supprimer le concours externe de l’ENA pour toute personne n’ayant jamais travaillé, durcir les règles contre les conflits d’intérêts, allonger les périodes d’interdiction d’exercer une fonction privée après avoir exercé une activité publique dans le même secteur Encore une autre mesure de « saine » perpétuation du capitalisme.
Mesure totalement absurde puisqu’en librégalisme il est possible (et sera fréquent) d’être Libre Entrepreneur et délégué des Libres Humains.
Pourquoi Mark Zuckerberg, Larry Page, ou Sergey Brin après être guéris de leur pathologie consumériste, après avoir appris à vivre avec 10000 révos par mois (environ de 1000 à 1300$) seraient-ils interdits de devenir des délégués du Faso de Californie ou même de devenir délégués internationaux du Comité continental Awérica ?
Pourquoi leur demander de démissionner de Google ou de Facebook (devenues Entreprises Librégalistes sans actionnaires) comme condition pour devenir des délégués révocables ?
C’est absurde !
Dans une pareille logique, des délégués révocables cinéastes seraient interdits de réalisation de film pendant le temps où il représenterait la population.
Un Ken Loach (ayant appris à vivre avec 10000 révos – 1000 €/ mois) pourrait être membre du comité de zone Grande-Bretagne tout en réalisation un film sur Sankara ou sur Louise Michel.
Qui oserait lui demander de démissionner du comité de zone GB avant de réaliser son film ?
Mélenchon qui n’a jamais rien fait d’utile de toute sa vie ?
Sur un industriel Libre Entrepreneur (et qui serait délégué national) un Innovant ayant lancé un projet de fabrication de capteurs solaires nouveaux ou de réseaux de fibres optiques transportant l’information en distinguant les couleurs, le contrôle des Libres Humains serait même double.
Il serait contrôlé par ses 400 000 délégateurs en tant que leur représentant.
Et il subirait un contrôle supplémentaire en tant que leader industriel : pour assurer la trésorerie de ses chaînes robotisés de fabrication il aurait besoin de confiance mensuelle de tous ses investisseurs.
La formoisie mélenchonisée est véritablement une association d’incapables Répétants attendant le chèque patronale à la fin du mois.
Et sans aucune envergure anticipatrice.
Appliquer les recommandations d’Anticor et de Transparency International visant à empêcher la corruption et à [25] rapprocher les représentants des représentés, notamment obliger un élu à rendre publique sa déclaration de patrimoine transmise à la Haute autorité pour la transparence de la vie publique et supprimer la réserve parlementaire (enveloppe financière dépensée sans vote du Parlement, selon le bon vouloir de chaque parlementaire) Encore de la stupide gestion réformiste du capitalisme esclavagiste.
Dans une société librégaliste, le nombre de juges sera tel qu’il sera impossible de passer entre les mailles du filets.
Et la corruption ordinaire des magistrats (aux salaires proportionnels à leur indifférence criminelle envers la barbarie Franceàfric) sera éradiquée.
Les imposteurs Anticor et Transparency International ne sont que des avocats camouflés de la barbarie esclavagiste capitaliste qu’ils cherchent à rendre plus tolérable.
Ils sont les Abbé Pierre ou les Saint Vincent de Paul qui, effrayés de voir le régime capitaliste s’effondrer de sa propre déviance mafieuse qu’ils cherchent à le protéger de son auto-suicide.

Par ailleurs, dans une société librégaliste, les délégués des Libres Humains n’ont pas accès à la clé du coffre.
Ils ne peuvent en aucune façon ni subventionner des entreprises privées ni disposer du montant des investissements décidés par des comités de zone.

Si un comité de ville veut transformer une route en route solaire, ses délégués révocables (délégués conseillers) en votent le principe en comité (après avis consultatifs des commissions idoines) mais, le financement lui-même sera assuré par des Libres Humains Investisseurs (LHI) d’autres villes.
En effet, le principe « on ne peut investir pour soi-même » interdit aux habitants d’une zone de verser leur « investissement humain » dans la zone où ils habitent ou vivent fréquemment.
Mettre fin à l’usurpation par le Medef de la parole des chefs d’entreprise : fonder la représentativité des organisations patronales sur la base d’élections, comme c’est déjà le cas pour les syndicats de salariés Mélenchon nous annonce ici que le MEDEF ne sera pas dissous.
L’organisation qui a invité la terroriste MNLA Nina Wallet Intalou dans son colloque (sous le haut patronage du chef terroriste de l’Elysée Français Hollande et la complicité active du chef terroriste Matthias Fekl) ne sera donc pas dissoute ?!!
Quant aux syndicats, ils seront interdits dès lors que ceux qui se prévalent d’être responsables d’un certain groupe de Libres Humains devront présenter la liste de leurs délégateurs et qu’ils ne se seront pas donné la peine de le faire, ou qu’ils auront délibérément boycotté les institutions de l’humanocratie.
En humanocratie, ONG, syndicats, partis politiques, associations de défense de quoi que ce soit sont remplacés par des délégués révocables dès que ces groupes prétendront représenter un certain quota de personnes.
La représentation est légale et doit respecter les règles panstitutionnelles.


3. Une République permettant l’intervention populaire
Le peuple est systématiquement tenu à l’écart des décisions. Tout au plus a-t-il le droit de voter une fois tous les cinq ans sans possibilité d’intervenir ensuite. Il est temps de faire confiance aux citoyens et de permettre le débat et l’expression de la souveraineté populaire en toutes circonstances. Nous proposons de réaliser les mesures suivantes  :
Plus jamais de république – structure des esclavagistes.
La CHOSE publique des propriétaires d’esclaves de Rome deviendra une SOCIETE HUMAINE.
Et donc la réification inhérente au mot République cessera.
Quant à « permettre » l’intervention populaire.
Il ne s’agit pas de « permettre » quoi que ce soit.
Il s’agit de prendre le pouvoir.
Les Libres Humains prendront le pouvoir par leurs délégués révocables.
Fixer le droit de vote à 16 ans, instaurer le vote obligatoire et la reconnaissance du vote blanc comme suffrage exprimé et généraliser la représentation proportionnelle La base sociale de JL Mélenchon, on l’a vu au Havre, est formé des profs agresseurs d’enfants et de la Franceàfric qui utilise ceux-ci comme alliés, faux témoins, diffamateurs, agents provocateurs etc.…
Frapper les enfants est tellement banal pour les pro Mélenchon qui ont voté en 2014 l’exclusion 2 ans de la révolutionnaire Julie Amadis, puis qui ont voté en 2016 sa révocation pour « atteinte à la république » qu’ils n’ont rien dit lorsque Hollande nomma ministre Najat Belkacem qui s’était vantée 3 mois plus tôt de donner des fessées à ses jum
eaux de ….. 5 ans.
Le droit de vote à 16 permettra donc de continuer à frapper les enfants sans que ceux-ci ne puissent se défendre.
Il permettra aux syndicalistes PCF CGT Front de Gauche de continuer à détruire la Terrer – Centrale à charbon du Havre, construction et maintien criminel de la centrale nucléaire de Paluel.
Les humanocrates eux appe
llent les enfants de 7 à 13 ans à désigner des délégués révocables PIONNIERS
Ayant les mêmes droits que n’importe quel délégué révocable adulte.
Les gens honnêtes le savent :
à 7 ans les enfants ont l’âge de raison. Et sont capables de vouloir protéger leur avenir et donc la Terre.

Le terme âge de raison est apparu en 1690 dans le dictionnaire français. Telle une lapalissade, il est décrit comme l'âge où l'enfant est capable de raisonner. Plus précisément, il correspond à l'âge où l'enfant commence à avoir conscience de ses actes.  (Anne Charlet Debray)

Inventer une responsabilité pénale en interdisant de désigner ses délégués est une stupidité scandaleuse


La responsabilité de l'enfant
Les seuils d'âge dans la loi française :
7 ans est l'âge dit de raison
10 ans est l'âge de la sanction pénale, du consentement à certains actes importants pour la vie de l'enfant (nom, adoption…).
13 ans est l'âge auquel des poursuites pénales sont possibles
15 ans est l'âge de la majorité sexuelle (fille et garçon) et la capacité à se défendre des brutalités ou provocations des adultes.
16 ans est l'âge de la fin de scolarité obligatoire, de l'aptitude au travail, de l'émancipation possible et du durcissement du droit pénal. C'est aussi l'âge auquel l'enfant peut ouvrir un compte bancaire et le gérer seul. C'est enfin l'âge où il peut choisir sa religion.
18 ans est l'âge de la majorité, de l'autorisation pour les filles et les garçons de se marier, de devenir tuteur, de faire un testament, de se présenter à certaines élections et voter.

La responsabilité pénale de l'enfant
L'enfant mineur peut engagé très tôt sa 
responsabilité pénale pour les faits qu'il aura pu commettre.  En fait,, dès l'âge de raison, l'enfant délinquant pourra faire l'objet d'une condamnation pénale inscrite à son casier judiciaire. Certes aucune sanction pénale ne peut être prononcée à son encontre pour des faits commis avant l'âge de 13 ans. Seules des mesures dites éducatives sont ouvertes cet âge : admonestation, liberté surveillée, remise au père ou à la mère, placement en institution. (source)

« 
Droit de vote à 16 ans « ?
Les humanocrates appellent les enfants de 14 à 17 ans à désigner des délégués révocables JUNIORS
La seule restriction étant que les délégués PIONNIERS ne puissent s’associer avec un délégué ADULTE pour la désignation d’un délégué conseiller.
Des délégués de base pionniers ne pouvant désigner qu’un délégué conseiller pionnier ou un délégué conseiller junior.
(Des délégués de moins de 7 ans pourraient même réclamer un statut d’observateur s’ils ont acquis précocement la capacité à lire)

La farce de la reconnaissance du vote blanc est un os lancé à des illuminés stupides.
Comme l’introduction du tirage au sort pour les hallucinés néo-Athéniens de la clique crypto fasciste de Chouard….

La proportionnelle ne pourra exister que par l’humanocratie.
Que combattent les mélenchonistes !
Créer un droit de révoquer un élu en cours de mandat, par référendum, sur demande d’une partie du corps électoral Ah bon ?
Et comment ?

Alors que la procédure en humanocratie est d’une simplicité totale, en démocratie Mélenchoniste on doit passer par un référendum….. sans doute suivi d’une nouvelle élection…
En Humanocratie, si le quota du délégué n’est plus là – par simple EFFACEMENT du nom d’un délégateur dans la liste et en l’absence de LISTE D’ATTENTE…., le délégué tombe d’un étage.
Et ne pourra retrouver son statut que par le recrutement du nombre de délégués manquants,
Alors que ici la volonté de singer De Gaulle et ses référendums est omniprésente….
Instaurer le référendum d’initiative citoyenne et le droit des citoyens de proposer une loi Comme on vous le disait.
POURQUOI faire des référendums (avec des questions évidemment biaisées) quand on peut désigner en permanence ses délégués révocables ?
Pourquoi faire simple quand on peut faire compliqué !!
Rendre obligatoire le recours au référendum pour réviser la Constitution ou ratifier tout nouveau traité européen et garantir le respect de la décision populaire REBELOTE !
No comment
26
Reconnaître le droit de vote aux élections locales pour les résidents étrangers en situation régulière, comme en bénéficient déjà les ressortissants des pays de l’Union européenne
Comme les délégateurs, Libres Humains peuvent s’associer avec qui ils veulent la question ne se pose pas.
Il reviendra aux comités de zones de décider le quota minimal de résidents parmi les délégateurs d’un délégué pour lui accorder voix consultative ou délibérative.
Encore une volonté de compliquer !
Rendre effectif le principe du non-cumul des mandats,
y compris dans le temps et abroger la loi NOME : contre les nouvelles féodalités et l’éloignement du pouvoir des citoyens, refonder l’organisation territoriale de la République et défendre les libertés communales
Ici c’est totalement absurde et le contraire de l’humanocratie
En humanocratie, un délégué MONDIAL est en même temps membre de son comité de quartier, de son comité de ville, de son comité de région et de son comité national (comité de faso)
Démocratiser l’accès aux responsabilités politiques en permettant à chacun de prendre un « congé républicain », sans risque pour son emploi ou ses droits quels qu’ils soient, en vue de se présenter à des élections Comme les Libres Humains recevront 10 000 révos par mois (1000€) cette question ne se pose même pas !!
4. Abolir la monarchie présidentielle
La monarchie présidentielle actuelle marginalise le Parlement. Le président peut dissoudre l’Assemblée, mais celle-ci ne peut le renverser. Conséquence : les députés agissent plus souvent comme des godillots, obligés du monarque, que comme représentants du peuple souverain. Ce système est une anomalie démocratique. Nous proposons de réaliser les mesures suivantes  :
L’Humanocratie abolira la notion de président !
Point
Abolir la monarchie présidentielle en instaurant un régime parlementaire stable dans lequel le gouvernement détient le pouvoir exécutif et est responsable devant le Parlement, transférer le pouvoir de nomination au Parlement Les pays (les fasos, sous ensemble des zones continentales) seront gérés par des comités formés de délégués nationaux (et donc ayant 400 000 délégateurs)
Au sein des comités nationaux (comités de fasos) un BUREAU EXECUTIF sera désigné.
Chaque Délégué International Intermédiaire de ce bureau exécutif sera désigné par ses 4 délégués nationaux lui faisant confiance.
Élire l’Assemblée nationale à la proportionnelle
Is anyone else getting flashbacks to Revenge of The Nerds!